• Hai, Welcome to Rumah Imajinasi! Like us on:

Janganlah Berburuk Sangka Kepada Allah

Dear readers, we need to know with that Alloh Essence of the college is perfect, either from Name, Nature and His deeds. Tidak ada satupun aib atau cela yang terdapat pada Alloh. None of disgrace or reproach contained in Alloh.

Sebagai bentuk realisasi tauhid, kita dilarang mengingkari nama dan sifat yang telah ditetapkankan oleh Alloh Ta'ala. As a form of realization of unity, we are forbidden to deny the name and nature have Alloh ditetapkankan by the Exalted. Kita wajib percaya dan menerima sesuatu yang telah ditetapkan Alloh kepada para hambaNya. We must believe and accept something that has been assigned Alloh to His servants.

Segala Sesuatu Diciptakan Dengan Hikmah Everything Created By Wisdom

Alloh menciptakan langit dan bumi beserta isinya, semuanya tentu mengandung hikmah yang agung dan tidak dalam rangka kesia-siaan. Alloh created the heavens and the earth and its contents, all of the great wisdom and not in the context of futility. Alloh Ta'ala berfirman yang artinya, “Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah (hanya sia-sia saja). Alloh Exalted says what means, "And We did not create the heavens and the earth and all between them in vain (just in vain). Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka…” (Ash-Shood: 27). That is the opinion of those who disbelieve, so woe to those who disbelieve, because they will go to hell ... "(Ash-Shood: 27). Termasuk tatkala Alloh memberikan manfaat (kebaikan) atau suatu mudhorot (musibah) pada seseorang, tentunya hal ini juga mengandung hikmah yang agung di dalamnya. Including when Alloh benefit (good) or a mudhorot (catastrophe) on the person, of course, it also contains great wisdom in it.

Untuk itu kita harus selalu berhusnuzhon (berprasangka baik) terhadap segala sesuatu yang telah Alloh tetapkan kepada para hamba-Nya agar kita termasuk orang-orang yang beruntung. For that we must always berhusnuzhon (assume good) to everything that has Alloh set to His servants so that we include those who are lucky.

Rahasia di Balik Musibah The Secret Beyond Disaster

Para pembaca yang budiman, tidaklah Alloh menimpakan suatu musibah kepada para hambaNya yang mu'min kecuali untuk tiga hal: The dear reader, does not impose a disaster Alloh to His servants the believers, except for three points:

1. 1. Mengangkat derajat bagi orang yang tertimpa musibah, karena kesabarannya terhadap musibah yang telah Alloh tetapkan. Elevated for those who suffered, because the patience of the calamity that has Alloh set.
2. 2. Sebagai cobaan bagi dirinya. As a test for him.
3. 3. Sebagai pelebur dosa, atas dosanya yang telah lalu. As a buster of sins, the sins of the past.

Su'udzon Itu Tercela That's disgraceful Su'udzon

Su'udzon (berprasangka buruk) pada Alloh merupakan sifat tercela yang harus dijauhi dari diri setiap orang yang beriman karena hal ini merupakan salah satu dari dosa besar. Su'udzon (prejudice) on Alloh is reprehensible nature that must be shunned by every person who believes that this is one of the major sins. Sikap seperti ini juga merupakan kebiasaan orang-orang kafir dan munafiq. This attitude is also a habit of infidels and Munafiq. Mereka berprasangka kepada Alloh dengan prasangka yang buruk dan mengharapkan kekalahan dan kehancuran kaum muslimin. They are prejudiced to Alloh with prejudice is bad and expect the defeat and destruction of the Muslims. Akan tetapi Alloh membalik tipu daya mereka serta mengancam mereka dengan adzab yang pedih di dunia dan akhirat. However, Alloh turned their guile and threatened them with a painful adzab in the world and the hereafter.

Alloh berfirman yang artinya, “Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Alloh. Alloh says that means, "And that He may punish the hypocrites, men and women and the idolaters of men and women that they were prejudiced against Alloh. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Alloh memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. They will get their turn (destruction) is very bad and Alloh memurkai and cursed them and prepared for them Hell Fire. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.” (Al-Fath: 6) And (Hell Fire) that evil place again. "(Al-Fath: 6)

Adzab dunia yang akan diterima oleh orang kafir dan munafiq adalah berupa keresahan dan kegelisahan yang melanda hati mereka tatkala melihat keberhasilan kaum muslimin. Adzab world that will be received by the infidels and Munafiq is a restlessness and anxiety that plagued their hearts when seeing the success of the Muslims. Adapun adzab akhirat, mereka akan mendapatkan murka Alloh serta dijauhkan dari rahmat Alloh dan dimasukkan ke dalam neraka jahannam yang merupakan sejelek-jelek tempat kembali. The adzab Hereafter, they will get angry and alienated from Alloh Alloh mercy and put into Hell which is a bad bad place again.

Berprasangka buruk pada Alloh merupakan bentuk cemooh atau ingkar pada takdir Alloh, Misalnya dengan mengatakan “Seharusnya kejadiannya begini dan begitu.” Atau ucapan, “Kok rejeki saya akhir-akhir ini seret terus ya? Alloh prejudiced in a form of scorn or deny the destiny Alloh, for example by saying "It should happen this way and that." Or saying, "How come my good fortune these days drag on it? Lagi apes memang…” serta bentuk ucapan-ucapan yang lain. More is definitely not it ... "and the utterances of others. Banyak orang berprasangka buruk pada Alloh baik yang berkaitan dengan dirinya sendiri maupun orang lain. Many people are prejudiced in Alloh whether in relation to himself or others. Tidak ada yang dapat menghindar dari prasangka buruk ini kecuali bagi orang-orang yang memahami nama dan sifat Alloh. No one can escape this prejudice except for people who understand the name and nature Alloh. Maka sudah selayaknya bagi orang yang berakal dan mau membenahi diri, hendaklah ia memperhatikan permasalahan ini dan mau bertobat serta memohon ampun terhadap prasangka buruk yang telah ia lakukan. So is proper for people who understand and want to fix yourself, let him consider this issue and would repent and beg forgiveness of the prejudice he had done.
Anda tertarik dengan artikel ini? Bila Anda ingin me-Copy artikel ini,
Silahkan besertakan sumber dengan menaruh alamat berikut ke dalam artikel :

Loading...
digg it
buzz yahoo
google
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
reddit

{ 1 komentar... read them below or add one }

PIK Remaja Al-Hikmah said...

Setuju shob, emang kita tidak boleh berburuk sangaka kepada Allah

Post a Comment

Jangan SPAM di Sini...!!!

Bagaiman komentar Anda dengan Artikel di Atas...???

Terima Kasih Atas Kunjungan dan Komentar Anda...